Biro iklan jangan membuat masa depan fotografer kelabu 😀

Saya sudah bekerja dengan puluhan, kalau bukan ratusan, biro iklan di Indonesia maupun di negara lain. Sebagian besar adalah biro-biro iklan yang dimotori oleh orang-orang hebat yang tiada henti menginspirasi isi otak saya dengan ide-ide brilian, kepekaan visual yang patut diacungi jempol, ataupun hasil pengolahan riset yang berbuah solusi mencengangkan untuk para klien. Sebagian besar dari orang-orang hebat biro iklan ini hingga sekarang menjadi klien setia, teman nongkrong, dan beberapa menjadi teman baik saya selama bertahun-tahun.

Tentu saja kisah kasih antara fotografer dengan biro iklan diwarnai banyak bumbu, yang rasanya manis-asin menyegarkan, maupun yang asam-kecut menyebalkan. Berikut ini beberapa pandangan, sikap atau perilaku yang masih suka tersisa di beberapa (INGAT, beberapa looh!)  biro iklan di Nusantara ini, yang saya pandang salah dan usang, namun masih terpelihara:
… Continue Reading »

Adventure, anyone?

It was my second time shooting for Panasonic Lumix this year. Different to Panasonic Lumix GF2 print ads, this time I worked with Panasonic’s new advertising agency, Dentsu. The concept was to introduce three new exciting Lumix pocket cameras, which had different characteristics (some of you must have seen the print ads and billboards. Pretty awesome huh?).
… Continue Reading »

Motret makanan memang selalu menyelerakan!

Saya sedang menikmati sayur asam kesukaan di rumah ketika salah satu agensi iklan Unilever, Lowe Indonesia, menelepon untuk meminta untuk ikutan pitch pemotretan iklan Royco yang baru. Kebetulan, saya pikir, sudah beberapa waktu tidak memotret produk makanan-minuman.
… Continue Reading »

Care to buy one, anyone?

It seems that Micro Four Third system cameras, introduced by Panasonic several years back, is getting mature very fast, faster than any of the camera makers ever thought.

As many of you have known, the system offers interchangable lenses, lighter and smaller camera bodies compared to most of the DSLRs, fast auto focus and less mechanical components, which make the cameras cheaper to produce. By the first quarter of 2011, 30% of the camera users in Japan already converted to this new system.
… Continue Reading »

Bila ada yang harus (sangat) disyukuri menjadi seorang fotografer, adalah kesempatan menikmati jalan-jalan (dan makan-makan) gratis. Tepatnya, dibayari malah. Jadi pada saat Lowe, advertising agency Dji Sam Soe, menawarkan pemotretan mengasyikkan ini di Komodo, saya langsung jawab, “Berangkat!” Kebetulan saya sudah beberapa kali memotret di Flores. Dan sudah beberapa kali mengelus-elus kepala komodo (yang ini bohong).
… Continue Reading »

Darwis Triadi dengan koleksi foto pajangannya, koleksi dari buku/pameran In My Room

Siapa yang kini tidak akrab dengan kamera? Semua orang, mungkin hampir
semua, membawa kamera dalam sakunya kemana-mana. Lihatlah telepon genggam
kita, yang rata-rata mempunyai lensa kecil siap jepret untuk mengabadikan
acara dugem kita, atau tulisan ‘Kutunggu Jandamu’ di belakang truk. Semua
akrab dengan kamera, termasuk pelayan resto yang gape memotret dengan
Blackberry atau iPhone karena setiap 10 menit ada saja yang minta tolong
difoto.

… Continue Reading »

Endangered majesty soon-to-be-extinct thanks to you, shark-fin lovers

BULA and welcome! Written on all billboards and posters at Nadi (read: Nandi) airport in Fiji, I quickly sensed the friendly slogan wasn’t only Fiji’s propaganda. As we approached the airport terminal, we were welcomed by a traditional band, complete with their traditional instruments, singing a welcoming song with a big smile. The airport was also unexpectedly big and modern with no people trying to offer us illegal cab or fake branded items. Before Indonesian government decide to spend money on another useless comparison study overseas, they better go to Fiji and consult how to make Jakarta airport more decent.
… Continue Reading »

Sydney oh Sydney..

‘G’day mate!’ said the immigration officer at Sydney airport, after a long, torturing que (perfect, I was so in need to go to the toilet). Luckily, he stamped my passport after checking me in less than 30 seconds. It was such a contrary to the paranoid system in the US, which always takes, well, forever.
… Continue Reading »

I like bright colors! Catylac and I, we love each other 🙂

Die Harder!

Petikan wawancara saya dengan majalah Aplaus, Oktober 2010.

Bagi kamu, dunia fotografi ini seperti apa?

JERRY: Fotografi adalah jalan hidup bagi saya. Fotografi adalah sarana untuk berekspresi, kunci untuk membuka banyak pintu, merupakan akses untuk bertemu banyak orang dan juga sarana untuk mengunjungi banyak tempat.
… Continue Reading »